Sunday, 3 March 2013

Trip ke Lake Toba, Medan, INDONESIA





Alkisah Danau Toba ini mempunyai kisah or ceritanya tersendiri...Pertama kali aku melihat dan tiba di sini..aku begitu kagum betapa indah dan cantiknya ciptaan tuhan...



Once upon a time di sebuah desa di wilayah Sumatera hidup seorang petani yang hidupnya serba sederhana. Di suatu pagi petani itu memancing ikan di sungai petani itu gumbira setelah mendapat seekor ikan yang cukup besar.Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. Tiba - tiba ikan itu bersuara “Tunggu, jangan makan aku! Aku akan bersedia menjadi isterimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena terkejut, ikan yang ditangkapnya terjatuh itu telah jatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita.

Sebelum berkahwin si isteri telah membuat satu perjanjian dimana si suami tidak boleh menceritakan bahawa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi malapetaka .
Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun . Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya.

Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera membesar menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak sihat tetapi agak nakal. Ada satu kehairanan ibubapa si Putera iaitu anaknya itu kuat selera makannya.

Lama kelamaan, Putera selalu membuat kemarahan ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas laku anak mereka.

Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain. Petani menjadi marah sambil menarik telinga anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” marah si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.

Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa jejak. Dari bekas tapak kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Olahan ajinomoto dari cerita driver kami Pak Maimon ...





























5 comments:

colona arein said...

Cantiknye tmpat ni..ada perahu ka?

thegreenlatio said...

Perahu xda..tp ada bot untuk pergi ke sebuah pulau...tp mmg cantikkan..

colona arein said...

Ada g pulau bole g rupanya...

thegreenlatio said...

Pulau Samosir

hameezan ezan said...

tumpang tanya ye...kat sini ada perahu tambang tak??kalau ade nanti saya pergi